Oleh: md7155t | Agustus 5, 2011

BESARAN, SATUAN DAN VEKTOR

BESARAN  dan  SATUAN

Pengukuran besaran-besaran Fisis

Fisika disebut juga ilmu pengukuran ( science of measurement ). Sebab hampir seluruh penemuan, hukum konsep teori diperoleh dan dikaji ulang dengan melakukan pengukuran. Jika ada konsep atau teori diperoleh dari hasil penelaahan maka pasti itu masih berupa hipotesa atau

dugaan yang harus dibuktikan kebenarannya dengan pengukuran.

Pengukuran.

Apa itu pengukuran ?

Mengukur adalah membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.

Sebutkan alat-alat ukur yang diketahui !

Timbangan/ Neraca digunakan untuk mengukur massa suatu benda ukur

Neraca Pegas digunakan untuk mengukur berat, gaya

Jam/Stopwatch digunakan untuk mengukur waktu

Termometer digunakan untuk mengukur suhu

Wattmeter digunaan untuk mengukur daya listrik

Voltmeter digunakan untuk mengukur tegangan listrik

Jangka sorong, meteran, mistar digunakan untuk mengukur panjang dan masih banyak yang

lainnya.

Secara umum alat ukur kita bagi menjadi :

Alat ukur panjang, alat ukur massa/gaya/berat, alat ukur waktu dan alat ukur Listrik

Dalam melakukan pengukuran kita harus teliti ( akurat ) dan tepat ( presisi ).

Komponen yang terpenting dalam pengukuran atau pada saat melakukan pengukuran adalah :

Benda ukur, alat ukur dan operator ( sipengukur ) sebab apabila salah satu tidak     ada maka tidak akan ada kegiatan pengukuran atau mengukur.

Karena didunia ini tidak ada yang sempurna maka akan selalu ada kesalahan ( ketidakpastian), yaitu adanya perbedaan antara hasil pengukuran dengan angka yang dianggap benar. Besar kecilnya kesalahan tersebut tergantung dari kondisi alat ukur, benda ukur dan metode atau cara melakukan pengukuran.

Dalam melakukan pengukuran ada dua aspek yang diperhatikan, yaitu ketelitian (akurasi) dan

ketepatan (presisi) ;

 

I.    Ketelitian ( akurasi )

Ketelitian adalah persesuaian antara hasil pengukuran dengan harga sebenarnya. Harga sebenarnya tidak akan pernah diketahui, yang dapat diketahui adalah harga atau nilai pendekatan atau nilai yang dianggap benar. Perbedaan antara nilai / harga yang diukur dengan nilai yang dianggap benar disebut juga dengan kesalahan sistematis.

Semakin kecil kesalahan maka dikatakan pengukuran semakin teliti

Beberapa sumber kesalahan sitematis;

  1. Kesalahan kalibrasi, disebut juga kesalahan matematis yaitu pembagian skala alat ukur tidak tepat. Kemungkinan pada saat pembuatan alat ukurnya ataupun alat ukur yang telah lama/tua. Kesalahan ini dapat diperbaiki dengan cara tera ulang.
  2. Kesalahan titik nol, pada saat mengukur jarum penunjuk tidak berada tepat diangka nol.
  3. Kesalahn mutlak dari alat ukur itu sendiri, kekurangpekaan alat ukur atau alat ukur tidak sensitif.
  4. Kesalahan paralaks, kesalahan akibat pembacaan operator ( sipengukur ) yang tidak pada posisinya ( pandangan mata miring , agak keatas, menyerong atau kebawah )
  5. Kesalahan kosinus dan sinus, disini untuk menghindari kesalahan dalam pengukuran garis pengukuran harus berhimpit atau sejajar dengan ukuran benda yang diukur.
  6. Kesalahan dari benda yang diukur, akibat perubahan bentuk karena sudah usang, melengkung, terhimpit dll.
  7. Kesalahan karena gesekan, bila benda yang kita ukur tersebut selalu bergesekan dengan benda lain tentunya akan ada kehilangan atau aus sehingga besar atau kecil tebal atau tipis dari benda yang akan diukur itu akan berkurang.
  8. Kesalahan Fatique pada pegas, berarti tingkat ketegangan pegas sudah mulai berkurang ini disebabkan karena sering dipakai atau per sudah lemah.

Ciri khas pengukuran dengan kesalahan sistematis adalah hasil pengukuran menyimpang

kearah tertentu dari harga sebenarnya.

NACH KALOW PINGIN LEBIH DETAIL……INI NICH….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: